Top
Konsultasi Gratis!
×
PROMOSI ONLINE 1 hari ini saja! 35% Discount untuk Asuransi Mobil dan Motor!!! HANYA ONLINE ORDER - tidak tersedia dengan call center.

Pelanggan dari Morotai Island baru saja membeli Asuransi Kesehatan dari Asuransi Takaful Umum

×

08 Jul 2020

Apa Implikasi dari COVID-19 untuk Industri Asuransi?

Apa Implikasi dari COVID-19 untuk Industri Asuransi? - Asura

Kategori:

Wabah virus korona Covid-19 yang dimulai di Cina menjelang akhir tahun lalu kini telah menjadi pandemi global. Meskipun sekarang tampaknya melambat di Cina, dan banyak Negara sudah menuju new normal, penyebaran penyakit ini masih ditemukan semakin cepat di tempat lain, dengan Organisasi Kesehatan Dunia baru-baru ini menggambarkan belahan benua lainnya sebagai 'pusat wabah new normal' saat ini. Dampaknya pemerintah dari beberapa negara bereaksi dengan cara yang lebih dramatis, menutup perbatasan, memaksakan penguncian dan pembatasan perjalanan, menutup sekolah dan perguruan tinggi, dan melarang pertemuan massa seperti acara olahraga dan lainnya jika memang kondisi new normal belum bisa dijalankan.

Krisis seperti Covid-19 mempengaruhi semua sektor bisnis – termasuk perusahaan asuransi yang bisa saja dibanjiri pertanyaan umum dan klaim di berbagai lini yang berbeda, apakah itu untuk kesehatan, jiwa, atau perlindungan non-jiwa. Mengatur agar protocol kesehatan bisa dijalankan dengan baik adalah bidang yang harus ditangani oleh perusahaan asuransi. Tentu saja, negara-negara berada pada tahap yang berbeda terkait dampak dari aktivitas coronavirus ini.

Jadi, bagaimana industri asuransi cenderung bertindak mengatasi krisis yang sedang berlangsung? Apa implikasinya di berbagai segmen industri? Dan tren jangka panjang apa yang bisa ditimbulkan oleh KLB untuk mengantarkan industry asuransi masa depan yang tetap eksis?

Belajar dari wabah SARS tahun 2003

Sebagian besar perusahaan asuransi mendapatkan pelajaran dari wabah SARS tahun 2003 dan memperkenalkan klausul pengecualian untuk penyakit menular dan epidemi / pandemi ke dalam sebagian besar produk non-jiwa seperti asuransi resiko bisnis dan asuransi perjalanan.

Kebijakan resiko bisnis biasanya membayar hanya jika kerusakan fisik terjadi pada asset bisnis nasabah. Asuransi perjalanan, sementara ini, dapat menawarkan perlindungan jika pelanggan didiagnosis terkena virus sebelum atau selama perjalanan mereka - tetapi tidak untuk perjalanan yang dibatalkan karena pandemi, kecuali jika pelanggan telah mengambil premi penutup 'sebab apa pun', yang biasanya nasabah sangat sedikit memilikinya. Tentu saja, minat pada kebijakan `premi'ini dapat berubah di dunia setelah COVID-19.

Pembatalan acara dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi perusahaan asuransi karena beberapa acara besar memiliki kebijakan yang dapat menutupinya bahkan untuk epidemi atau pandemi. Acara terbesar yang terjadi tahun ini adalah Olimpiade Tokyo di mana para analis memperkirakan sekitar $ 2 milyar.

Sangat mungkin bahwa sektor reasuransi akan menanggung sebagian beban di sini, karena perusahaan asuransi mengklaim kembali biaya pertanggungan dari mereka selama batas tertentu. Salah satu reasurasi global utama, misalnya, telah dikhabarkan memiliki eksposur lebih dari 500 juta euro jika semua peristiwa yang ditanggung untuk pandemi dibatalkan.

Namun, ada dua area yang berpotensi besar untuk booming. Pertama, asuransi kredit perdagangan, yang melindungi bisnis dari hutang yang tidak dapat dibayar oleh pelanggan atau pemasok mereka. Ini adalah pasar global - dan jika semakin banyak perusahaan yang gulung tikar karena dampak virus korona, perusahaan asuransi dapat menghadapi klaim yang meningkat pesat.

Ada kekhawatiran khusus bahwa, bersama beberapa perusahaan besar di sektor yang terkena dampak akut, UKM di banyak pasar dapat terpukul karena gangguan rantai pasokan dan krisis di tingkat bisnis. Biaya untuk hal ini mungkin sangat tergantung pada seberapa buruk pandemi itu terjadi, sejauh mana tindakan protocol kesehatan mempengaruhi berbagai jenis bisnis, dan berapa lama berlangsung.

Area kedua adalah klaim kompensasi pekerja. Kita bisa melihat lonjakan pekerja yang mengklaim bahwa mereka tidak dilindungi secara memadai oleh majikan mereka terhadap paparan virus yang ditimbulkan oleh tugas kerja normal mereka. Tidak mungkin untuk mengetahui pada tahap ini seberapa signifikan klaim tersebut dapat terjadi.

Akhirnya, volatilitas dan penurunan suku bunga dalam pasar keuangan kemungkinan akan berdampak pada perusahaan asuransi umum dari perspektif pendapatan dan solvabilitas. Dampaknya cenderung lebih besar bagi asuransi jiwa.

Saat ini belom ada ulasan

Blog Yang Serupa