Top
Konsultasi Gratis!
×
PROMOSI ONLINE 1 hari ini saja! 35% Discount untuk Asuransi Mobil dan Motor!!! HANYA ONLINE ORDER - tidak tersedia dengan call center.

Pelanggan dari Morotai Island baru saja membeli Asuransi Kesehatan dari Asuransi Takaful Umum

×

21 Mar 2020

Apa Itu Produk Saving Plan, dan Bagaimana Antisipasi Kita Agar Tidak Terulang Kasus Jiwasraya?

Apa Itu Produk Saving Plan, dan Bagaimana Antisipasi Kita Agar Tidak Terulang Kasus Jiwasraya? - Asura

Kategori:

Sebelum kasus virus corona merebak, public di seantero nusantara ramai membicarakan tentang adanya kejadian gagal bayar manfaat asuransi jiwa yang terjadi belakangan ini. Gagal bayar manfaat tersebut terjadi pada salah satu produk Saving Plan. Produk ini masuk kategori asuransi jiwa dengan adanya unsure investasi didalamnya dimana untuk produk asuransi jiwa, AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) memiliki kewenangan dalam penyusunan standar etika usaha dan tata perilaku (code of conduct), pembentukan profil risiko dan tabel mortalita serta pelaksanaan dan penetapan sertifikasi keagenan. Seluruh anggota AAJI terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Saat kasus terjadi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero), AAJI mengungkapkan bahwa sebenarnya produk Saving Plan sebetulnya sudah dikenal di industri asuransi jiwa di Indonesia sejak pertengahan tahun 1990-an.

Sebenarnya produk saving plan ini memberikan kemudahan dan kepraktisan bagi nasabah yang ingin mendapatkan proteksi asuransi jiwa sekaligus mendapatkan imbal balik hasil investasi. Produk saving plan ini bisa menjadi salah satu alternatif pilihan dari produk-produk asuransi jiwa seperti asuransi perlindungan kecelakaan (personal accident), asuransi jiwa berjangka (term life), asuransi jiwa seumur hidup (whole life), asuransi dwiguna (endowment), asuransi kesehatan (health insurance), asuransi penyakit kritis (critical illness), dan unit-link yang tersedia bagi masyarakat untuk melindungi diri dan keluarganya.

Sayangnya karena adanya miss manajemen, produk dari JiwaSraya yang diberi nama JS Saving Plan ini mengalami gagal bayar produk tersebut senilai Rp 12,4 triliun yang jatuh tempo pada Oktober-Desember 2019. JS Saving Plan ini ditawarkan melalui bank (bancassurance) yang membuat masyarakat lebih mudah percaya dan yakin, karena selain dimiliki oleh BUMN (PT Jiwasraya) juga ditawarkan melalui bank.

Produk seperti Saving Plan ini kini makin marak dan bisa membuat masyarakat mudah tertarik untuk ikut asuransi sekaligus investasi. Produk ini mengawinkan produk asuransi dengan investasi yang biasa juga dikenal dengan istilah unit link dalam dunia asuransi. Mengacu data penyelamatan Jiwasraya yang diperoleh CNBC Indonesia, produk Saving Plan yang ditawarkan melalui bancassurance itu ternyata dijanjikan memiliki guaranted return sebesar 9-13% per tahan selama 2013-2018 dengan periode pencairan setiap tahun.

Kita tak perlu khawatir berlebihan dalam menyikapi kasus Jiwasraya ini. Pada dasarnya asuransi itu penting dimiliki oleh masyarakat Indonesia sebagai proteksi atas risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari, dan sebagai bagian dari perencanaan keuangan masa depan. Apakah ada nilai investasi dari premi yang dibayarkan atau murni proteksi semua diserahkan kepada masyarakat untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Saat ini belom ada ulasan

Blog Yang Serupa