Top
Konsultasi Gratis!
×
PROMOSI ONLINE 1 hari ini saja! 35% Discount untuk Asuransi Mobil dan Motor!!! HANYA ONLINE ORDER - tidak tersedia dengan call center.

Pelanggan dari Morotai Island baru saja membeli Asuransi Kesehatan dari Asuransi Takaful Umum

×

11 May 2018

Asuransi Jiwa Syariah, Jalan Tengah Perlindungan Masa Depan dan Prinsip Halal

Asuransi Jiwa Syariah, Jalan Tengah Perlindungan Masa Depan dan Prinsip Halal - Asura

Kategori:

Kalau para pembaca pernah tahu soal ramai-ramai kasus saat Majelis Ulama Indonesia mengharamkan BPJS tentu seketika muncul juga pertanyaan,”kenapa asuransi yang notabene punya negara itu diharamkan MUI ya?”. Sebelum jadi polemik berkepanjangan, kabarnya MUI mengharamkan asuransi BPJS karena beberapa alasan seperti adanya unsur judi/gambling (maisir), bunga (riba), dan ketidakjelasan dana (gharar).

Bingung? Konsultan asuransi kami siap Membantu Anda

Silakan melengkapi data diri Anda, dan kami akan segera menghubungi

Kalau seperti itu, terus harus pilih asuransi apa yang sreg dihati karena tidak bertentangan dengan prinsip syariah tentang halal dan haram?

Berpijak pada fatwa itu, banyak orang, terutama yang bukan hanya mencari perlindungan finansial masa depan, sekaligus juga mencari asuransi yang sesuai dengan prinsip syariah. Di Indonesia sudah ada kok, namanya Asuransi Syariah. Seperti apa sih asuransi syariah ini, apa bedanya dengan asuransi konvensional, yang notabene jadi mekanisme penyelenggaraan BPJS itu? Kalau dijabarkan kira-kira berikut ini prinsip dasar asuransi syariah.

Prinsip dan Tata Kelolanya Beda Loh

Asuransi konvesional menekankan pada prinsip jual beli, sedangkan pada asuransi syariah prinsip yang berlaku adalah takafuli atau tolong-menolong antar nasabah. Karena berpijak pada akad ini, maka bila ada nasabah yang terkena musibah, maka dana di rekening yang terkumpul inilah sebagai bentuk santunan, rekening ini istilahnya dana tabarru (dana sosial). Sedangkan kalau asuransi konvensional, perusahaan yang bayar kalau ada nasabah yang tertimpa musibah atau kesulitan.

Ada Bagi Hasil dan Pengawas Eksternal

Kalau ada keuntungan dari dana setoran nasabah, maka dalam prinsip asuransi syariah, ada bagi hasil antara perusahaan dan nasabah selaku pengelola. Sementara bagi perusahaan asuransi konvensional, keuntungan dana setoran perusahaan tetap jadi milik perusahaan karena dihitung sebagai aset. Di sisi lain, asuransi syariah juga ada pengawas eksternal, namanya DPS atau Dewan Pengawas Syariah, kalau di asuransi konvensional, pengawasan sepenuhnya dibawah kembali manajemen.

Gak Kenal istilah “Dana Hangus”

Ini yang jadi keenganan sebagian pihak, karena dalam konsep asuransi konvensional ada istilah dana hangus bila tidak pernah mengajukan klaim. Sementara, dalam prinsip asuransi syariah, dana yang disetorkan tetap bisa diambil lagi, kecuali sejumlah kecil yang sudah diniatkan untuk tabbaru’ atau dana sosial tadi.

Kira-kira itulah perbedaan prinsip antara asuransi syariah dan konvensional. Tentu saja, pilihan kembali pada masing-masing pihak yang hendak mengambil manfaat dari asuransi itu sendiri. Belakangan banyak orang, yang disamping punya asuransi konvensional juga memegang asuransi syariah, alasannya lebih pada ketenangan batin.

Saat ini belom ada ulasan

Blog Yang Serupa