Top
Chat Sekarang
Konsultasi Gratis!
×
PROMOSI ONLINE 1 hari ini saja! 35% Discount untuk Asuransi Mobil dan Motor!!! HANYA ONLINE ORDER - tidak tersedia dengan call center.

Pelanggan dari Morotai Island baru saja membeli Asuransi Kesehatan dari Asuransi Takaful Umum

×

04 Apr 2018

Asuransi Syariah dan Konven, Jangan Bingung ! Disini Letak Perbedaannya

Asuransi Syariah dan Konven, Jangan Bingung ! Disini Letak Perbedaannya - Asura

Kategori:

Ada ragam jenis asuransi. Tentu banyak orang yang sudah kenal dengan ragamnya. Beberapa bahkan yang telah menjadi peserta asuransi lazimnya kenal dengan jenis-jenis asuransi.

Bingung? Konsultan asuransi kami siap Membantu Anda

Silakan melengkapi data diri Anda, dan kami akan segera menghubungi

Di Indonesia sendiri saat ini ada dua tipe asuransi, yang pertama adalah tipe asuransi konvensonal. Sementara yang kedua adalah tipe asuransi syariah. Masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya.

Terlepas dari tipe asuransi yang mana yang lebih baik untuk dipilih, hal terbaik yang harus diketahui tentu saja poin-poin yang menjadikan perbedaan mendasar diantara kedua asuransi tersebut. Mari kita kenali satu persatu.

Pengelolaan Dana

Hal ini adalah ciri pertama yang menonjol. Bila pada asuransi konvensional dana premi yang dibayarkan pemegang polis jadi milik perusahaan, tidak demikian untuk asuransi syariah. Dana masih milik semua peserta asuransi, perusahaan hanyalah bertindak sebagai pengelola.

Bentuk Kesepakatan atau Perjanjian

Oleh karenanya kedua bah pihak sangat dimungkinkan untuk bisa saling mengharapkan untung rugi. Asuransi syariah berbeda, untuk perjanjian dipakai kata akad, yang berbeda secara tendensi, yaitu tolong menolong. Bebas dari kemauan mengambil untung atau menghindari kerugian.

Tata Kelola dan Prinsip Bagi Hasil

Pada poin ini, tata kelola perusahaan mengisyaratkan beberapa model yang mengarah pada keuntungan sepihak, sebagai contoh adanya biaya admin yang jadi biaya lebih selain premi murni. Sementara prinsip asuransi syariah berbeda, tata kelolanya adalah kemanfaatan, sehingga ada transparansi didalamnya.

Karena berpijak pada model jual beli, asuransi konvensional, keuntungan yang didapat dari apa yang dibayarkan pemegaang polis menjadi milik perusahaan. Sementara ada bagi hasil keuntungan antara pihak penanggung dan tertanggung dalam asuransi syariah.

Status dan Pengasawasan dana, Juga Terkait Investasi atau Unit Link

Dalam sebuah perusahaan yang mensyaratkan model manajemen berbasis syariah ada DPS atau Dewan Pengawas Syariah, termasuk juga di sebuah perusahaan asuransi syariah. DPS bertanggung jawab kepada MUI, sebagai pihak eksternal yang mengawasi kinerja perusahaan tersebut. Sementara asuransi konvensional adalah sebuah perusahaan, yang artinya didalamnya tidak ada pengawasan dari pihak eksternal, murni internal perusahaan.

Dana yang sudah disetor akan hangus bila dalam perjalanan nasabah tak lagi mampu bayar premi. Sementara untuk asuransi syariah, dana masih bisa diambil, tetapi ada potogan kecil dalam bentuk dana tabarru.

Bagi nasabah yang memilih asuransi unit link (gabungan asuransi dan investasi), maka selanjutnya dana yang disetor dalam kuasa perusahaan dan perusahaan bebas berinvestasi kemanapun di bidang apapun. Sementara asuransi syariah hanya menginvestasikan dana ke sektor-sektor yang dinilai tidak mengandung unsur haram.

Itulah tadi ciri dasar yang jadi perbedaan tipe asuransi syariah dan konvesional. Mau pilih yang mana tentu berpulang dari masing-masing orang serta kebutuhan.

Saat ini belom ada ulasan

Blog Yang Serupa