Top
Konsultasi Gratis!
×
PROMOSI ONLINE 1 hari ini saja! 35% Discount untuk Asuransi Mobil dan Motor!!! HANYA ONLINE ORDER - tidak tersedia dengan call center.

Pelanggan dari Morotai Island baru saja membeli Asuransi Kesehatan dari Asuransi Takaful Umum

×

30 Oct 2015

Bagaimana Cara Menghitung Premi Asuransi Mobil TLO Dan All Risk? Simak Uraian Detil Berikut ini:

Cara hitung premi TLO dan all risk - Asura

Asuransi memang penting, namun banyak disepelekan oleh sebagain besar masyarakat. Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kemungkinan risiko terbilang belum cukup tinggi. Ini berdampak masih masih cukup rendahnya keinginan untuk membeli polis asuransi. Salah satu jenis asuransi yang kurang diminati adalah asuransi mobil. Padahal, jika dilihat risikonya, asuransi jenis ini jelas diperlukan oleh para pemilik mobil.

Bagi mereka yang ingin membeli polis asuransi, mungkin saja akan dibingungkan dengan pilihan asuransi mobil yang ada. Untuk itu, pemilik mobil perlu tahu cara menghitung premi asuransi mobil TLO dan allrisk. Caranya akan dijelaskan secara detail di bawah ini. Sebelum itu, kita akan sedikit membahas alasan pentingnya mengasuransikan mobil.

Pentingnya mengasuransikan mobil Anda

WHO mencatat, kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh terbesar ketiga di Indonesia, setelah jantung koroner dan TBC. Menurut data kepolisian Republik Indonesia, terjadi 109.038 kecelakaan di tahun 2012. Kelalaian manusia merupakan faktor penting terjadinya kecelakaan. Dapat dipahami juga, faktor ini tidak hanya berasal dari kita tapi juga orang lain. Di jalanan, kelalaian orang lain bisa berdampak buruk bagi kita. Sekalipun seseorang telah berkendara dengan tertib, ia bisa saja menjadi korban karena pengendara ugal-ugalan.

Risiko terluka maupun kematian dapat dikurangi dengan cara meningkatkan keamanan, namun risiko kendaraan rusak sering kali tidak terhindarkan, baik rusak ringan maupun berat. Ini yang membuat kendaraan kita, dalam hal ini mobil, perlu diasuransikan. Terlebih lagi, dibutuhkan biaya yang cukup banyak sekalipun kerusakan hanya berupa lecet di mobil.

Kecelakaan bukan satu-satunya alasan. Begal dan pencurian kendaraan semakin hari semakin meningkat di mana-mana, tidak hanya di kota besar. Risiko kehilangan kendaraan tentu akan meningkat. Karena itu, sangat logis seseorang memutuskan mengasuransikan mobilnya.

Lalu, bila sudah memutuskan, asuransi mobil jenis apa yang perlu diambil? Pertama-tama, kita perlu tahu terlebih dahulu dua jenis asuransi mobil sekaligus kelebihan dan kekurangannya.

TLO dan allrisk: dua jenis asuransi mobil

Asuransi mobil dibedakan menjadi dua:

  1. Total LossOnly (TLO).
  2. All risk/Comprehensive.

Secara harfiah Total LossOnly (TLO) berarti “hanya (jika) kehilangan total”. Berarti klaim asuransi hanya dapat diajukan apabila terjadi ‘kehilangan total’. Dalam asuransi mobil, yang dimaksud kehilangan total itu adalah kerusakan yang terjadi di atas 75% atau kehilangan pencurian ataupun karena perampasan. Bila kerusakan yang dialami kurang dari itu, Anda tidak akan mendapatkan ganti rugi atas kerusakan. Patokan 75% diambil karena mobil dipastikan tidak dapat digunakan lagi. Kelebihannya, premi asuransi TLO lebih rendah dibandingkan asuransi mobil allrisk.

All risk berarti ‘segala risiko’. Asuransi ini disebut juga comprehensiveatau keseluruhan. Ini berarti asuransi akan membayar klaim untuk segala jenis kerusakan, mulai dari kerusakan ringan, rusak berat, hingga kehilangan. Berbeda dengan TLO, lecet sedikit saja pada mobil, asuransi akan membayarkan klaim asuransi. Hanya saja asuransi mobil allrisk pembiayaannya lebih mahal daripada TLO.

Bagaimana cara menghitung premi asuransi mobil TLO dan allrisk?

Beda asuransi mobil mungkin saja memiliki variasi kebijakan. Secara umum, cara menghitung premi asuransi mobil TLO dan allriskdidasarkan pada rate asuransi dikalikan harga mobil. Berapa rate asuransinya berbeda-beda antara satu asuransi mobil dengan yang lain. Jenis, tahun, dan plat juga bisa jadi akan mempengaruhi besarnya premi yang harus dibayarkan. Ada pula asuransi yang mempertimbangkan lokasi, usia pengemudi, jenis jaminan, rekam jejak kredit, hingga usia pengemudi.

Untuk premi asuransi TLO, rate asuransi mobil rata-rata 0,8-1%. Misalnya, bila Anda memiliki mobil Toyota Avanza G/T Luxury seharga 193 juta rupiah dengan rate asuransi 0,8%, biaya yang harus dibayarkan sebagai berikut:

0,8% x 193.000.000 = 1.544.000

Sementara itu, rate asuransi mobil allrisk rata-rata 2,5-3,5%. Asuransi tertentu bahkan menyediakan rate asuransi 1,5% untuk mobil berharga di atas 500 juta rupiah. Untuk penghitungan premi asuransi yang harus dibayarkan, misalkan Anda akhirnya lebih memilih asuransi allrisk daripada TLO, dengan harga mobil 193 juta rupiah. Kita ambil salah satu skema rate sebuah asuransi, yaitu 2,5% untuk mobil seharga 150-300 juta rupiah. Jumlah yang harus dibayarkan adalah:

2,5 x 193.000.000 = 4.825.000

Besaran biaya premi TLO maupun allrisk di atas nantinya masih ditambah dengan biaya administrasi. Biasanya biaya administrasi kurang dari 50.000 rupiah.

Berdasarkan perhitungan di atas, premi asuransi allrisk 312% lebih banyak daripada TLO. Anda perlu merogoh saku 3 kali lipat dari premi asuransi TLO bila ingin mendapatkan polis asuransi mobil allrisk.

Perbedaan harga sedemikian jauh dapat membuat calon pembeli polis asuransi kebingungan. Ingin yang murah tapi siapa yang akan membayar kalau terjadi kerusakan ringan? Ingin yang mahal tapi bagaimana jika uang asuransi nantinya malah hangus? Premi asuransi memang hanya dibayarkan sekali saja, namun proteksi asuransi hanya berlaku selama satu tahun.

Tingginya kemungkinan risiko kerusakan perlu dipertimbangkan dengan baik. Semakin tinggi risiko rusak parah, sebaiknya TLO lah yang dipilih. Sementara bila harga mobil terbilang tinggi dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit sekalipun rusak ringan, sebaiknya pilih skema asuransi allrisk.

Kombinasi polis asuransi

Bila masih kebingungan juga, Anda bisa melakukan kombinasi TLO dan allrisk. Misalnya, bila mobil yang hendak diasuransikan baru saja keluar dari showroom, tidak ada salahnya membeli polis asuransi allrisk di tahun pertama dan kedua. Setelah itu, mobil bisa diasuransikan dengan membeli polis asuransi TLO di tahun ketiga dan seterusnya.

Beban finansial berbanding dengan risiko kerusakan menjadi pertimbangan penting. Mobil baru pastinya akan membutuhkan biaya relatif lebih tinggi sekalipun kerusakan yang terjadi hanya kerusakan kecil. Saat usia mobil semakin tua, tidak ada salahnya beralih pada Total LossOnly.

Perluasan pertanggungan

Jumlah premi asuransi yang harus di atas disebut dengan premi murni. Anda bisa saja memutuskan membeli polis asuransi dengan perluasan pertanggungan. Perluasan pertanggungan ini meliputi hal-hal yang mungkin terjadi pada mobil yang di antaranya disebabkan oleh:

  1. Banjir
  2. Kerusuhan
  3. Gempa bumi/tsunami
  4. Sabotase/terorisme

Kerusakan atau kehilangan karena hal-hal di atas sangat mungkin terjadi di Indonesia. Untuk banjir saja misalnya, tiap tahun masyarakat ibukota harus rela berhadapan dengan masalah satu ini. Besaran rate asuransi masing-masing perluasan ini berbeda-beda. Secara umum, kurang dari 0,5 persen.

Untuk cara menghitung premi asuransi mobil TLO dan allriskditambah perluasan tanggungan, kita tinggal tambahkan seluruh persentase rate asuransinya dikalikan nilai mobil. Andaikata pemilik Toyota Avanza tadi memutuskan mengambil perluasan tanggungan untuk risiko banjir (0,15 untuk allrisk dan 0,05 untuk TLO), kerusuhan (0,35 untuk allrisk dan 0,13 untuk TLO), dan sabotase/terorisme (0,15 untuk allrisk dan 0,05 untuk TLO), biaya yang perlu dikeluarkan adalah:

TLO

(0,8 + 0,05 + 0,13 + 0,05) x 193.000.000 = 1.408.900

All risk

(2,5 + 0,15 + 0,35 + 0,15) x 193.000.000 = 6.0795.000

Jadi, pilih TLO atau allrisk?

Di atas sudah diberikan ilustrasi cara menghitung premi asuransi mobil TLO dan allrisk. Diketahui dengan jelas, biaya allrisk jauh lebih tinggi dibandingkan TLO, apalagi kalau ingin menambah perluasan tanggungan.

Kita barangkali akan berpikir, “Belum tentu, kan dalam setahun mesti kecelakaan.” Kalau begitu cara berpikirnya, tidak perlu juga mengasuransikan mobil. Hitung-hitungan risikonya perlu cermat. Kira-kira berapa persen kemungkinan kita akan mengalami kecelakaan atau kehilangan dengan kebiasaan mengemudi saat ini?

Sebelumnya sudah disebutkan, kalau harga mobil terbilang tinggi sehingga butuh biaya tidak sedikit sekalipun rusak ringan, sebaiknya memilih allrisk. Asuransi jenis ini juga cocok bagi usaha rental mobil atau kursus mobil, sebab risiko sekedar rusak ringan terbilang tinggi.

Jelas frekuensi pemakaian mobil berpengaruh pada jenis asuransi yang diambil. Semakin sering dipakai, semakin besar kemungkinan kecelakaannya. Terlebih, bila rute yang sering digunakan adalah jalur padat. Lagi-lagi allrisk menjadi pilihan. Sebaliknya, kalau mobil lebih sering parkir di rumah daripada diajak keluar, lebih baik memilih TLO.

Kecelakaan bukan satu-satunya faktor. Tingkat kriminalitas juga perlu dicermati. Kriminalitas di daerah-daerah tertentu terbilang tinggi. Kalau Anda tinggal atau sering lalu lalang di daerah seperti ini, pastikan mengasuransikan mobil Anda.

Secara garis besar, allrisk memang lebih direkomendasikan daripada TLO, soalnya tunggangan satu ini tidak bisa dibilang murah biayanya. Namun, semuanya tetap saja kembali pada pertimbangan Anda. Mau TLO atau allrisk, yang penting hitung-hitungannya nggak buat buntung!

Simak terus uraian tentang asuransi di Blog Asura, Sahabat Asuransi Anda berikut ini.

Saat ini belom ada ulasan

Blog Yang Serupa