Top
Konsultasi Gratis!
×
PROMOSI ONLINE 1 hari ini saja! 35% Discount untuk Asuransi Mobil dan Motor!!! HANYA ONLINE ORDER - tidak tersedia dengan call center.

Pelanggan dari Morotai Island baru saja membeli Asuransi Kesehatan dari Asuransi Takaful Umum

×

06 Nov 2019

Faktor Lingkungan Manakah Yang Mempengaruhi Risiko Diabetes Tipe 2?

Faktor Lingkungan Manakah Yang Mempengaruhi Risiko Diabetes Tipe 2? - Asura

Kategori:

Penelitian baru mempelajari hubungan antara kualitas lingkungan di lebih dari 3.000 di salah satu negara bagian Amerika Serikat, sebuah negara maju yang sering dijadikan acuan untuk kesehatan banyak negara lain di dunia. Riset ini menemukan perbedaan yang menarik antara daerah pedesaan dan perkotaan.

Penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa faktor lingkungan mempengaruhi risiko diabetes tipe 2. Perkiraan menunjukkan bahwa lebih dari 30 juta orang responden di Amerika Serikat saat ini hidup dengan diabetes tipe 2, dan 84 juta lainnya hidup dengan pradiabetes.

Komplikasi dari diabetes adalah penyebab utama kebutaan orang dewasa, gagal ginjal, dan amputasi. Diabetes tipe 2 telah menyaksikan peningkatan yang cepat dalam beberapa tahun terakhir. Antara 2002 dan 2012, kondisi meningkat sebesar 4,8% setiap tahun di A.S. Ketika ditambahkan ke kecenderungan genetik, diet dan aktivitas fisik yang tidak mencukupi menyebabkan banyak peningkatan ini. Tetapi, apakah dua faktor risiko ini satu-satunya pengaruh lingkungan yang menjelaskan tren peningkatan diabetes di AS?

Penelitian baru dilakukan untuk memeriksa apakah faktor lingkungan di daerah pedesaan dan perkotaan juga berperan. Jyotsna Jagai, asisten peneliti profesor ilmu kesehatan lingkungan dan pekerjaan di Universitas Illinois di Chicago (UIC) School of Public Health, adalah penulis pertama dari studi baru ini. Jagai dan tim memeriksa orang-orang di 3.134 kabupaten di AS dan mempublikasikan temuan mereka dalam Journal of Diabetes Investigation.


Kualitas lingkungan dan risiko diabetes

Para peneliti ingin mengukur efek lingkungan kumulatif pada risiko diabetes tipe 2. Untuk tujuan ini, mereka mengembangkan Indeks Kualitas Lingkungan (EQI), yang mencakup data tentang kualitas udara, air, dan tanah, serta faktor sosiodemografi di daerah tertentu.

Faktor sosiodemografi termasuk pendapatan rumah tangga rata-rata, pendidikan, tingkat kejahatan kekerasan, atau tingkat kejahatan properti. EQI juga memasukkan apa yang disebut faktor domain buatan. Yaitu, berapa banyak restoran cepat saji di suatu daerah, berapa banyak kecelakaan fatal terjadi, dan berapa banyak jalan raya, jalan raya, atau unit perumahan umum di sana.

Robert Sargis, rekan penulis studi dan profesor endokrinologi, diabetes, dan metabolisme UIC di College of Medicine, menjelaskan nilai ilmiah menggunakan EQI. Studi ini mengumpulkan semua faktor yang kami pikir meningkatkan risiko dan menempatkan mereka dalam satu ukuran untuk melihat lingkungan kumulatif.


Faktor lingkungan di daerah pedesaan dan perkotaan

Hasil analisis ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kualitas lingkungan yang lebih buruk memiliki hubungan dengan prevalensi diabetes tipe 2 yang lebih tinggi. Penelitian ini menghubungkan kualitas udara yang lebih rendah dan faktor sosiodemografi yang dibangun dengan risiko diabetes yang lebih tinggi di daerah pedesaan. Namun, di daerah perkotaan, para peneliti hanya menghubungkan faktor udara dan sosiodemografi dengan risiko diabetes.

Mungkin ada sesuatu yang terjadi di daerah pedesaan yang berbeda dari di daerah perkotaan. Temuan kami menunjukkan bahwa paparan lingkungan mungkin menjadi faktor yang lebih besar di daerah pedesaan daripada di daerah perkotaan di AS.

Para penulis menyebutkan bahwa temuan ini mengkonfirmasi studi sebelumnya yang menemukan peningkatan risiko diabetes di daerah perkotaan dengan kualitas udara yang buruk, atau studi yang menunjukkan perubahan kualitas udara dapat meningkatkan resistensi insulin. Tetapi, kata para peneliti, pengaruh lingkungan jauh lebih dari sekadar polusi.

Saat ini belom ada ulasan

Blog Yang Serupa