Top
Chat Sekarang
Konsultasi Gratis!
×
PROMOSI ONLINE 1 hari ini saja! 35% Discount untuk Asuransi Mobil dan Motor!!! HANYA ONLINE ORDER - tidak tersedia dengan call center.

Pelanggan dari Morotai Island baru saja membeli Asuransi Kesehatan dari Asuransi Takaful Umum

×

18 Nov 2020

Kesadaran Asuransi Masyarakat Indonesia Masih Rendah, Bagaimana Solusinya?

Kesadaran Asuransi Masyarakat Indonesia Masih Rendah, Bagaimana Solusinya? - Asura

Kategori:

Saat ini disinyalir kesadaran masyarakat Indonesia masih relative rendah bahkan hanya sekitar 1,7 persen saja penduduk Indonesia yang memiliki asuransi. Bisa jadi karena memang pendapatan per kapita belum sampe menyentuh aspek proteksi atau bisa juga makin maraknya kasus yang menimpa maskapai asuransi belakangan ini yang membuat masyarakat trauma untuk ikut asuransi, walaupun sudah ada puluhan perusahaan asuransi Indonesia yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Disisi lain, hal ini bisa dianggap peluang besar bagi perusahaan asuransi bahwa ternyata masih banyak peluang untuk memperbesar market di Indonesia.

Salah Persepsi Tentang Industri Asuransi

Rendahnya partisipasi masyarakat terhadap produk asuransi salah satunya disebabkan salah persepsi yang berkembang sellama ini yang menganggap bahwa asuransi adalah investasi jangka panjang yang gak menguntungkan.

Hal paling mendasar yang perlu diluruskan di masyarakat adalah bahwa: “Core Bisnis Asuransi adalah Protkesi Bukan Instrumen Investasi” Oleh karena itu perlu dipahami beberapa hal berikut ini:

  1. Saat ini produk asuransi makin bervariasi bisa dikombinasikan dengan investasi yang dikenal dengan istilah produk unit link.
  2. Jangan berharap berlebihan terhadap produk asuransi dari sisi imbal balik hasil investasi karena bisnis utama asuransi adalah proteksi
  3. Jangan salah mengambil produk keuangan, pahami kebutuhan Anda untuk tabungan, investasi dan asuransi.
  4. Paling ideal dalam mengambil produk keuangan adalah terpisah sesuai dengan tujuan keuangan, misalnya saja ingin menyimpan uang ambil proudk tabungan bank, ingin hasil imbal balik yang besar ambil investasi di pasar modal, ingin proteksi ambil produk asuransi. Jangan dicampur agar hasilnya maksimal sesuai tujuan keuangan.

Dengan pemahaman yang benar terhadap produk asuransi maka lambat laun, kesadaran tentang berasuransi di Indonesia diharapkan semakin meningkat. Apalagi Indonesia termasuk salah satu negara cincin api yang rawan dengan bencana alam seperti gempa bumi, banjir, longsor, hingga potensi tsunami yang beberapa kali melanda Indonesia.

Lantas, bagaimana caranya memilih produk asuransi yang tepat? Produk yang tepat bukan berdasarkan promo atau premi yang paling murah tapi menyesuaikan kebutuhan, rencana keuangan jangka panjang serta mempertimbangkan reputasi perusahaan asuransi yang Anda pilih.

Menarik Dicermati, Riset: Daftar 20 Perusahaan Asuransi Terkuat pada 2020

Bagi yang masih bingung memilih maskapai asuransi, apalagi di tengah maraknya berita perusahaan asuansi gagal bayar klaim nasabahnya, maka cukup menarik melihat hasil riset dari Pialang asuransi berbasis digital PT Lifepal Technologies Indonesia yang memaparkan 20 perusahaan asuransi terkuat pada 2020. Data ini berdasarkan analisis laporan keuangan 50 perusahaan asuransi jiwa yang terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada kuartal I 2020.

Terkuat disini dilihat dari rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) masing-masing perusahaan yang menunjukkan seberapa kuat maskapai asuransi dalam menanggung resiko klaim nasabahnya.

Pemerintah Indonesia menetapkan tingkat RBC minimal yang harus dimiliki perusahaan asuransi maupun reasuransi 120 persen. Seandainya sebuah perusahaan asuransi memiliki RBC 300 persen, maka perusahaan asuransi yang bersangkutan bisa membayar tiga kali lipat dari seluruh utangnya. Makin tinggi RBC makin kuat finansial perusahaan asuransi tersebut. Berikut ini hasilnya:

  1. PT Hanwha Life Insurance Indonesia: 5.624,2 persen
  2. PT PFI Mega Life Insurance: 2.047 persen
  3. PT Panin Dai Ichi: 1.482 persen
  4. PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia: 1.122 persen
  5. PT Central Asia Financial: 1.009,7 persen
  6. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia: 982 persen
  7. PT BNI Life Insurance: 715 persen
  8. PT Prudential Life Assurance: 635 persen
  9. PT AIA Financial: 592 persen
  10. PT Asuransi Jiwa Sequis Life: 562 persen
  11. PT Asuransi Jiwa BCA: 543,4 persen
  12. PT Zurich Topas Life: 508 persen
  13. PT Lippo Life Assurance: 468,3 persen
  14. PT Sunlife Financial Indonesia: 430persen
  15. PT Astra Aviva Life: 422 persen
  16. PT Avrist Assurance: 337 persen
  17. PT Asuransi Allianz Lfe Indonesia: 327,6 persen
  18. PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia: 319 persen
  19. PT Heksa Solution Insurance: 315,1 persen
  20. PT AXA Mandiri Financial Services: 312 persen

Dari ulasan diatas, ikut program asuransi adalah penting dan seharusnya aman. Anda sebagai nasabah, selain paham produk yang diambil, paham kebutuhan dan rencana keuangan jangka panjang, juga harus paham posisi atau reputasi keuangan dari maskapai asuransi yang mereka ikuti. Jangan sampai terlalu semangat dan fanatik terhadap produk asuransi, ternyata perusahaan asuransinya bermasalah.

Jadi, paham bukan bagaimana memilih produk asuransi yang tepat? Jangan terbawa isu atau berita negative yang belakangan bermunculan. Pastikan Anda yakin berdasarkan pengetahuan yang Anda miliki dan informasi yang Anda kumpulkan selama ini.

Saat ini belom ada ulasan

Blog Yang Serupa