Top
Konsultasi Gratis!
×
PROMOSI ONLINE 1 hari ini saja! 35% Discount untuk Asuransi Mobil dan Motor!!! HANYA ONLINE ORDER - tidak tersedia dengan call center.

Pelanggan dari Morotai Island baru saja membeli Asuransi Kesehatan dari Asuransi Takaful Umum

×

02 Mar 2019

​Lalai Hingga Menabrak Mobil Orang Lain, Apakah Bisa Klaim Asuransi?

​Lalai Hingga Menabrak Mobil Orang Lain, Apakah Bisa Klaim Asuransi? - Asura

Pentingnya asuransi adalah untuk memproteksi banyak kejadian yang tidak terduga. Ingat, kecelakaan bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Kelalaian kita sebagai manusia memang bisa jadi salah satu faktor utamanya. Salah satunya yaitu ketika tanpa sengaja Anda menabrak kendaraan orang lain hingga rusak. Sebagai manusia yang telah merusaknya Anda tentu memiliki tanggung jawab untuk membayar ganti rugi. Belum lagi jika menimbulkan korban luka-luka. Anda tentu mengalamibanyak kerugian dari kelalaian tersebut. Namun, jika Anda mengikuti TJH III, Anda akan merasa beban lebih ringan. TJH merupakan singkatan dari Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga dimana merupkana perluasan pertanggungan asuransi kendaraan bermotor.

Umumnya, agen asuransi hanya menjelaskan mengenai Total Lost Only dan All Risk atau Comprehensive. Anda bisa juga menanyakan mengenai TJH III yang klausulnya tercantum pada Polis Standar Asuransu Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI). Klausul tersebut membahas mengenai Tanggung jawab hukum pada pihak ketiga daam hal asuransi. Dalam hal ini, perusahaan asuransi akan membayar ganti rugi senilai kerugian yang diderita pihak ketiga sebab kelalaian yang Anda lakukan dengan persyaratan yang berlaku.

Adapun syarat-syarat yang ada dalam perjanjian TJH III yaitu pertama perusahaan asuransi akan membayar ganti rugi berdasarkan keputusan pengadilan, bukan oleh Anda ataupun pihak ketiga. Kedua, ppihak ketiga berlaku untuk siapapun yang merasa dirugikan dengan kelalaian yang Anda lakukan. Ketiga, insiden terjadi murni kecelakaan. Keempat, Dasar pertanggungan bukan karena “caused by accident” tapi “for any occurance” yang menjadikan adanya tuntutan hukum. Kelima, kerugian yang dijamin merupakan kerusakan harta benda, biaya pengobatan dan kematian. Keenam, Perusahaan menanggung biaya perkara atau bantuan ahli dalam tanggung jawab hukum yang harus disetujui lebih dulu secara tertulis oleh perusahaan tersebut. Ketujuh, perusahaan akan menanggung biaya perkara maksimal 10% dari limit pertanggungan TJH III di polis. Dan Kedelapan, nilai ganti rugi yang diberi perusahaan maksimal sebesar jaminan pertanggungan TJH III di polis.

Selain syart-syarat tersebut, ada juga mekanisme yang perlu Anda perhatikan seperti wajib lapor 3x 24 jam setelah kejadian, menyerahkan dokumen, dilarang emnjanjikan sesuatu, menyerahkan kuasa pada perusahaan untuk menangani tuntutan, mobil pihak ketiga tidak diansurasikan serta insiden bukan terjadi dalam kampanye, kejahatan, belajar mengemudi atau bencana.

Saat ini belom ada ulasan

Blog Yang Serupa