Top
Chat Sekarang
Konsultasi Gratis!
×
PROMOSI ONLINE 1 hari ini saja! 35% Discount untuk Asuransi Mobil dan Motor!!! HANYA ONLINE ORDER - tidak tersedia dengan call center.

Pelanggan dari Morotai Island baru saja membeli Asuransi Kesehatan dari Asuransi Takaful Umum

×

18 Mar 2019

Musim Hujan Segera Tiba, Lindungi Aset Rumah Anda dengan Asuransi Banjir

Musim Hujan Segera Tiba, Lindungi Aset Rumah Anda dengan Asuransi Banjir - Asura

Kategori:

Banjir seolah sudah menjadi masalah yang tak kunjung usai. Bagi warga yang tinggal di kota seperti Jakarta atau daerah lain yang sering terkena banjir, pasti merasa cemas setiap kali musim hujan tiba. Gerimis sedikit saja, depan rumah sudah tergenang air. Hujan 1-2 jam, rumah sudah terendam. Ingin pindah rumah, tapi merasa sudah terlanjur merasa nyaman. Sedangkan mengandalkan kebijakan pemerintah pun rasanya juga sulit.

Jika kondisi seperti ini terjadi hampir setiap tahun kepada anda, maka anda bisa menggunakan asuransi rumah banjir sebagai solusi. Asuransi banjir akan melindungi rumah dari resiko banjir, sehingga anda bisa duduk dengan tenang karena akan menerima uang dari klaim asuransi.

Namun apakah semudah itu?

Proses asuransi banjir untuk rumah tidak sesederhana yang kita bayangkan. Ada aturan, syarat dan ketentuan yang wajib untuk ditaati.

Apa Itu Asuransi Banjir

Asuransi untuk rumah yang terkena banjir tidak berdiri sendiri sebagai produk asuransi, namun menjadi satu dengan asuransi lain, yaitu asuransi properti. Jika anda menginginkan untuk mendapatkan asuransi banjir, maka dikenakan biaya tambahan untuk mendapatkan perlindungan ini.

Karena asuransi banjir bukanlah produk utama, maka masa berlakunya mengikuti asuransi utama. Contohnya, kita ikut asuransi properti dengan rentang waktu 1 tahun, maka apabila rumah anda terkena banjir setelah 1 tahun, maka klaim tidak bisa diajukan.

Siapa saja bisa mengikuti asuransi banjir, termasuk pemilik rumah, penyewa rumah, pemilik apartemen, rumah susun ataupun rumah tapak.

Bagaimana Cara Daftar Asuransi Banjir

Agar bisa mendapatkan proteksi dari keikutsertaan kita di asuransi banjir, maka kita perlu mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk ikut asuransi properti. Baru kemudian bisa ikut asuransi banjir.

Jadi, meskipun anda hanya membutuhkan asuransi banjir, namun anda tidak bisa serta merta langsung ikut asuransi banjir tanpa ikut asuransi properti terlebih dahulu. Bahkan kita diwajibkan untuk membayar premi yang lebih besar apabila mengikuti kedua asuransi tersebut.

Maka dari itu, penting ketika mendaftar untuk menanyakan berapa besaran preminya dan apakah banjir memang termasuk kedalam polis standar asuransi. Dulu asuransi banjir sudah termasuk kedalam polis, namun karena seringnya musibah banjir datang, maka kini dikecualikan.

Syarat dan Ketentuan

Ada beberapa syarat dan ketentuan yang wajib dipenuhi bagi anda yang berminat untuk memproteksi rumah anda dari banjir. Setiap perusahaan asuransi pasti memiliki aturan yang berbeda, namun ada kesamaan di antara perusahaan-perusahaan tersebut.

Yang pertama adalah tarif. Tarif asuransi properti ditetapkan berdasarkan jumlah nilai pertanggungan (JNP). JNP adalah nilai total aset yang diasuransikan.

Yang kedua adalah pembagian zona untuk menentukan tarif. Sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 21/SEOJK.05/2015, ada perbedaan tarif menurut zona.

Zona 1: DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten

Zona 2: Di luar DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten

Tarif zona 1 biasanya lebih besar daripada zona 2. Selain itu, ada pengaturan soal ketinggian banjir yang dibedakan menjadi 4 zona, yaitu:

– Low (ketinggian kurang dari atau sama dengan 30 cm)

– Moderate (ketinggian antara 30 dan 60 cm)

– High (ketinggian antara 60 dan 100 cm)

– Very high (ketinggian lebih dari 100 cm)

Kemudian aturan mengenai klaim asuransi banjir juga harus diperhatikan. Biasanya saat akan ikut asuransi kita akan mendapat penjelasan dari agen asuransi, perhatikan secara seksama dan jangan sampai ada yang terlewatkan.

Beberapa kelengkapan yang harus disiapkan untuk pengajuan klaim asuransi banjir untuk rumah adalah:

– Polis asuransi

– Fotokopi KTP

– Berita acara banjir dari kelurahan/kepolisian setempat

– Daftar barang dan perkiraan harganya

Untuk menghindari klaim yang ditolak, penting untuk mendokumentasikan ke dalam foto barang-barang yang ada di dalam rumah. Bisa jadi ketika banjir, barang-barang tersebut telah hilang, hanyut bersamaan dengan mengalirnya air.

Namun, anda tidak perlu cemas jika polis asuransinya hilang, anda tinggal hubungi agen asuransi anda dan data kita juga sudah ada tersimpan di perusahaan.

Nah, setelah mengetahui seperti apa asuransi banjir itu, jika anda berminat ikut, maka perhatikan nilai preminya dan pastikan anda mengetahui secara detail apa yang tertulis di dalam polis.

Saat ini belom ada ulasan

Blog Yang Serupa