Top
Chat Sekarang
Konsultasi Gratis!
×
PROMOSI ONLINE 1 hari ini saja! 35% Discount untuk Asuransi Mobil dan Motor!!! HANYA ONLINE ORDER - tidak tersedia dengan call center.

Pelanggan dari Morotai Island baru saja membeli Asuransi Kesehatan dari Asuransi Takaful Umum

×

10 May 2019

​Pahami Hal Berikut Sebelum Menerima Asuransi via Telemarketer

​Pahami Hal Berikut Sebelum Menerima Asuransi via Telemarketer - Asura

Kategori:

Asuransi hadir sebagaimana layaknya sebuah produk yang dipasarkan dengan berbagai jalur pemasaran. Asuransi adalah suatu produk jasa yang saat ini bukan hanya ditawarkan secara direct selling melalui agen asuransi. Namun, sat ini peroduk ini juga mulai ditawarkan dengan melakukan kerjasamadengan pihak bank ( bancassurance ) untuk pemasaran produknya.

Didalam memasarkan produk asuransi tertentu, maskapai asuransi yang bekerja sama dengan bank biasanya memakai 2 cara yakni:

Telemarketing

Cara ini merupakan sebuah marketing yang dilakukan dengan cara menawarkan produk melalui telephone dengan menggunakan data calon nasabah dari bank tersebut ataupun dari si marketingnya sendiri.

Sales Representatif,

Marketing ini merupakan cara marketing yang siap sedia di tempat. Pada umumnya mereka menempatkan sales representatif di dalam bank di mana calon nasbah dapat berinteraksi secara langsung.

Pahami Hal Berikut Sebelum Menerima Asuransi via Telemarketer

Berikut ini beberapa hal yang harusanda cermati jika anda akanmenerima tawaran asuransi via telemarketing :

  • Perhatikan apabila terjadi klaim siapa nantinya yang harus dihubungi : asuransi atau bank. Jika anda bisa memperoleh nama orang yang akan mengurus klaim anda maka akan lebih baik, namun biasanya hal ini agak sulit dilakukan.
  • Perhatikan apakah terdapat garansi pengembalian polis jika yang ditawarkan tidak sesuai dengan kontrak. Waktu terbatas di telephone akan membuat calon nasabah tidak bisa memperoleh informasi yang penuh.
  • Tidak mudah untuk percaya apabila dikatakan tidak memerlukan pernyataan kesehatan, terlebih lagi apabila jika polis yang ditawarkan merupakan asuransi kesehatan ataupun penyakit kritis
  • Perhatikan pula prosedur penghentian pembayaran premi. Pada umumnya premi dibayarkan dengan menggunakan konfirmasi kartu kredit.

Larangan Telemarketing

Aturan pertama untuk telemarketing adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 1/POJK.7/2013. Aturan lainnya adalah Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor12/SEOJK.07/2014 yakni tentang peraturan pelaksana POJK Nomor 1/2013 tersebut.

Selain diterapkannya larangan telepon atau SMS untuk penawaran produk dari bank ataupun lembaga keuangan lain, aturan dari OJK tersebut juga melarang aktivitas telemarketing freelance yang memakai nomor telepon seluler. Dengan adanya aturan tersebut, masyarakat diimbau untuk melapor ke OJK di nomor telepon (021) 5006555 jika di SMS atupun ditelepon telemarketer.

Bukan hanya aturan dari OJK, Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 mengenai Keterbukaan Informasi Publik secara tidak langsung jila menghimbau tentang larangan melakukan telemarketing. Pasal 17h aturan itu menyatakan bahwa informasi pribadi, termasuk aset serta nomor telepon pribadi seseorang adalah informasi yang dikecualikan, atau bersifat rahasia. Oleh sebab itu, tenaga telemarketing yang bisa mengetahui nomor telepon kita padahal kita tidak pernah memberi tahu, bisa dilaporkan ke polisi.

Penutup

Oleh sebab itu, jika anda mendaptkan telepon telemarketing jangan terburu-buru untuk mengambil keputusan. Ambilah beberapa waktu untuk mempertimbangkan produk yang ditawarkan. Jangan pula anda tergiur dengan iming2 hadiah.

Saat ini belom ada ulasan

Blog Yang Serupa