Top
Konsultasi Gratis!
×
PROMOSI ONLINE 1 hari ini saja! 35% Discount untuk Asuransi Mobil dan Motor!!! HANYA ONLINE ORDER - tidak tersedia dengan call center.

Pelanggan dari Morotai Island baru saja membeli Asuransi Kesehatan dari Asuransi Takaful Umum

×

20 Apr 2021

Terkait Mobil Listrik, Bagi Industri Asuransi Faktor Risiko dan Ketersedian Suku Cadang Hal Utama

Terkait Mobil Listrik, Bagi Industri Asuransi Faktor Risiko dan Ketersedian Suku Cadang Hal Utama - Asura

Kategori:

Pelaku industry asuransi tidak terburu buru menanggapi tren mobil listrik yang semakin booming di tanah air. Dua hal yang dipertimbangkan secara matang adalah faktor resiko dan ketersediaan suku cadang. Mobil listrik memiliki komponen yang berbeda dengan kendaraan konvensional.

Mobil listrik memiliki komponen yang lebih sedikit namun dengan harga yang relative lebih mahal dibanding mobil berbahan bakar minyak. Separo dari harga mobil tersebut adalah untuk biaya pembuatan baterai. Jadi, kunci mobil listrik ada pada baterainya.

Bagaimana pelaku bisnis asurani melihat komponen utama kendaraan yang terdiri dari motor listrik, dan baterai tersebut? Ini yang menjadi perhatian khusus:

  • Seberapa banyak ketersediaan suku cadangnya?
  • Seberapa besar resiko pada komponen utama tersebut? Baik rusah maupun hilang
  • Selain resiko rusak dan hilang pertimbang lain adalah masalah harga komponen utama tersebut

Keunggulan mobil listrik ada pada efisiensi biaya pemakaian karena listrik memeang lebih murah dibandingkan BBM. Hal ini pula yang membuat mobil listrik jadi lebih sedikit komponennya dibanding mobil BBM.

Bagaimana kelak mobil listrik diasuransikan?

Secara prinsip, polis untuk kendaraan bermotor yang digerakkan dengan tenaga mekanik lainnya dan memiliki izin digunakan di jalan umum bisa dicover produk asuransi sesuai dengan polis standar asuransi kendaraan bermotor Indonesia (PSAKBI) bab III pasal 4.

Dalam PSAKBI, definisi kendaraan bermotor adalah kendaraan bermotor roda dua atau lebih yang digerakkan oleh motor atau mekanik lainnya dan memiliki izin digunakan di jalan umum yang menjadi obyek tanggungan.

Pengguna Mobil Listrik Berdasar data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis data penjualan mobil yang menjadi anggotanya. Penjualan mobil listrik belum begitu banyak.

Saat ini, mobil listrik paling murah harganya sudah di atas Rp 600 jutaan. Sementara orang Indonesia kebanyakan beli mobil yang harganya di bawah Rp 300 juta. Berikut ini data penjualannya:

Hyundai yang harganya paling murah yakni Hyundai Ioniq EV dan Hyundai Kona EV terjual sebanyak 81 unit selama tahun 2020.

BMW Indonesia telah menjual mobil listrik mungil BMW i3s sebanyak 5 unit pada 2020 dengan harga Rp 1,3 miliaran per unit.

Lexus UX 300e terjual sebanyak 1 unit pada 2020 dijual dengan harganya juga sudah miliaran rupiah.

Sementara itu, data Gaikindo tidak mencatat seberapa banyak mobil listrik Tesla terjual di Indonesia. Sebab, distributor Tesla di Indonesia bukan merupakan anggota Gaikindo.

Saat ini belom ada ulasan

Blog Yang Serupa